Beat Yourself

Written on 19 July 2008 – 8:45 am | by yudika |

motivasi-diri.jpg

Bagaimana  jika si A yang siswa kelas 5 SD diadu dengan si B yang lulusan SMA favorit nasional dalam ajang Olimpiade Matematika Tingkat SMA ?. Alternatif jawabannya ada dua, pertama si A (anak SD) yang menang atau kedua, si B (anak SMA) yang  menang. Dalam kondisi ideal, jawaban kedua berpeluang lebih besar untuk terjadi. Kenapa ? Karena dengan pengalaman dan kapasitas intelektual yang lebih matang,  si B memiliki potensi yang lebih besar untuk menang. Dalam contoh kasus diatas bisa dikatakan persaingan tidak seimbang.

Mengutip perkataan Donald Trump tentang persaingan, “Bersainglah dengan diri anda sendiri“.  Dahulu saya bertanya-tanya, bukankah kalau bersaing harus dengan orang yang prestasinya lebih tinggi dari kita ?. Jika kita bersaing dengan orang yang prestasinya lebih tinggi, maka kita akan termotivasi untuk mengeluarkan kemampuan secara maksimal.

Tapi saya berfikir ulang, ketika melihat fenomena ada yang cenderung masuk kedalam fase statis, bahkan mundur karena kehilangan jiwa bersaingnya,  mereka merasa tidak memiliki saingan lagi. Seorang pengusaha yang merasa sudah berada di puncak dan merasa tidak memiliki saingan lagi, atau seorang mahasiswa yang sudah mendapatkan nilai A, dan merasa tidak perlu meningkatkan usaha belajarnya lagi.

Saat ini saya sedang berupaya membiasakan untuk bersaing dengan diri sendiri , bersaing dalam mengalahkan prestasi yang saya capai sebelumnya. Berusaha agar bisa melampaui apa yang sudah saya capai sebelumnya. Tanpa harus selalu terpaku pada prestasi atau capaian orang lain. Ada beberapa keuntungan jika kita bersaing dengan diri sendiri,

  • Tingkat persaingan yang rasional, tidak seperti kasus persaingan anak SD dan SMA diatas, bersaing dengan diri sendiri ibarat menaiki anak tangga secara bertahap. Bagaikan kaki kanan dan kiri yang selalu bersaing untuk selalu berada lebih atas secara bertahap.

  • Potensi persaingan tanpa batas, karena kita bersaing dengan diri sendiri, sepanjang kita hidup maka pesaing akan selalu tersedia. Tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, pesaing akan setia selalu disampng kita :).

  • Memicu potensi kita yang sebenarnya, kalau tidak percaya, coba deh buat tabel prestasi diri. Tuliskan dalam hal apa kita ingin bersaing, misalnya kalau mahasiswa, ingin meningkatkan nilai IPK, atau kalau yang sedang usaha, ingin usahanya tambah maju. Kemudian tuliskan apa yang sudah kita capai sebelumnya. Targetkan dalam rentang waktu kedepan untuk berusaha melampaui capaian sebelumnya, jika ternyata belum berhasil, lakukan evaluasi dan ulangi lagi. Niscaya, dalam beberapa tahun kedepan anda akan kaget dengan kemampuan anda sendiri.

Apa lagi ya ? ada yang mau menambahkan ? pokoknya gitu deh…… :p

Post a Comment

About Wirawiri

Selamat datang di wirawiri, terimakasih karena anda sudah meluangkan waktu untuk mampir di weblog personal saya. Silakan berkeliling, jangan lupa untuk komentar dan masukannya ya :)



Want to subscribe?

 Mau postingan terbaru dari wirawiri ?
Isikan email anda disini:  
Find entries :