Pilih gayanya dan Rasakan Efeknya (part 1)

Written on 4 July 2008 – 11:50 pm | by yudika |

Bayangkan anda punya satu toples kaca transparan berbentuk bola yang terisi penuh dengan kelereng. Kemudian anda tempatkan diatas meja, lalu dengan menggunakan pemukul kasti, anda pukul toples tersebut sekuat tenaga, seakan-akan anda memukul bola kasti yang dilemparkan ke arah anda. Apa yang terjadi ?. Yang terjadi adalah toplesnya pecah dan kelereng didalamnya berhamburan jatuh ke lantai.

Sepintas kita akan mengatakan bahwa, kelereng yang jatuh tadi berhamburan secera acak. Acak dalam arti gerakannya tidak berpola dan tidak terprediksi, pokonya berhamburan kesegala arah. Pola gerak kelereng tadi berbeda dengan pola gerak bola bilyard yang disodok ke arah tertentu, gerakanya lebih mudah diprediksi dan lebih terarah.

bilyard_wirawiri.gif

Menurut orang-orang fisika, kasus kelereng dan kasus bola bilyard tadi memiliki satu kesamaan, yaitu keduanya bergerak karena adanya gaya yang bekerja padanya, hanya saja gaya yang bekerja pada kelereng lebih kompleks sehingga gerakannya seakan-akan tidak terprediksi. Seandainya kita mengetahui dengan pasti jumlah, jenis dan besar gaya yang bekerja pada kelereng tadi, niscaya kita bisa memprediksi gerakan kelereng tersebut, dimana dia akan memantul dan kapan dia akan berhenti bergerak. Tidak hanya satu kelereng, tapi semua kelerang yang ada dalam toples tadi gerakan (pola lintasannya) dapat di prediksi. Bahkan kita bisa mengulangi masing-masih lintasan kelereng dengan identik.

Oleh karenanya arah dan gerakan masing-masing kelereng sebenarnya tidak terjadi secara acak/kebetulan. Mereka bergerak ke suatu arah karena adanya gaya yang menjadikan mereka menuju kearah tersebut. Kita yang tidak melihat baik jenis maupun jumlah dan besaran gaya yang bekerja, kemudian berfikiran : “hanya kebetulan saja yang menyebabkan kelereng menyebar kebawah meja, menuju pintu, atau ke kolong tempat tidur”.

Nah, menurut saya, kasus si kelereng tadi secara tidak langsung terjadi juga pada manusia (tentu saja dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi), maksudnya didunia ini tidak ada yang namanya kebetulan. Semuanya sudah terencana, bahkan dengan sangat presisi oleh Yang Maha Merencanakan. Kalau anda sekarang  merasa menjadi orang yang sangat sukses atau biasa-biasa saja atau bahkan (anda merasa) menjadi orang yang tidak sukses, maka itu bukanlah suatu kebetulan. Keadaan anda sekarang merupakan resultan (hasil akhir) dari jenis dan besanya gaya yang bekerja pada diri anda, sebagaimana hal nya masa depan anda adalah resultan dari jenis dan besarnya gaya yang akan bekerja pada diri anda.

Diantara kelebihan manusia dibanding kelereng (benda) adalah, manusia berkehendak dan berkemampuan memilih. Dengan kemampuannya seorang manusia dapat menentukan dan memilih jenis serta besaran gaya yang bekerja padanya. Jenis gaya akan berakibat pada arah (tujuan) geraknya, apakah kearah kesuksesan atau kegagalan, sedangkan besarnya gaya akan menetukan seberapa cepat mereka akan sampai ke titik tujuannya.

Ngomong-ngomong soal jenis dan besarnya gaya, nanti aja dilanjut di postingan selanjutnya ya. Btw, maaf kalo isi postingannya ngelantur, jangan terlalu dianggap serius lah ya. Ini hanya pikiran liar yang muncul begitu saja saat naik motor menuju kantor pajak tadi sore he..he..

Semoga bermanfaat.

  1. 11 Responses to “Pilih gayanya dan Rasakan Efeknya (part 1)”

  2. By sufyancell on Jul 5, 2008 | Reply

    artikel Bagus,

    manusia memiliki nilai lebih dari kelereng kelereng yang ada di toples, karena kita bisa menciptakan gaya dan energi sesuai dengan yang kita inginkan,dan besarnya pun bisa kita tentukan dengan cara membuat target yang spesifik, mulai dari tahun, bulan sampai dalam hitungan hari.

    terimakasih atas pencerahanya

  3. By yudika on Jul 5, 2008 | Reply

    betul pak sufyan, dan satu lagi kemampuan masnusia adalah merekayasa gaya. dengan gaya yang sama, tapi efeknya bisa berbeda 180 derajat antara satu orang dan yang lainnya.
    trimakasih sudah berkunjung :smile:

  4. By hendra on Jul 6, 2008 | Reply

    mas gimana caranya memasukan gambar di wordpress, mohon bantuannya :th_015_orz:

  5. By yudika on Jul 6, 2008 | Reply

    memasukan gambar di wordpress sebelah mana mas hendra? kalau dibagian posting:
    1. silakan masuk ke dashboard
    2. pilih write trus new post
    3. untuk masukin gambar, silakan ke menu upload di bagian bawah kolom tulisan
    4. pilih logasi gambar
    5. klik upload
    6. trakhir klik sent to editor, jadi deh gambarnya masuk. silahkan ya, kalau masih ada yang belum jelas, jangan sungkan-sungkan :th_021_:

  6. By hendra on Jul 6, 2008 | Reply

    mas, saya pakainya sudah yang versi wordpress 2,5 jadi, ga’ ada menu uploadnya. kalau versi sebelumnya sih ada, sya pakainya yang add media, tap selalu ada tulisan error silahkan masuk melelui c-panel kalau punya saya yang http://hendradp.wordpress.com sih langsung bisa dikasih gambar mas. kalau yang http:heyden.web44.net ga’ bisa tuh. makasih informasinya dan mohon kunjungi juga http:hendradp.wordpress.com buat kemajuan blogq, makasih mas dah mampir di blogQ. mohon bimbingannya :shock:

  7. By yudika on Jul 6, 2008 | Reply

    waduh, sy sendiri belum pake wp 2.5 mau uprade tapi baru baca-baca tutorialnya, maklum pemula :oops: barangkali yang lain ada yng bisa bantu masalahnya mas hendra ? monggoo..

  8. By hendra on Jul 8, 2008 | Reply

    makasih mas. :th_032_:

  9. By hendra on Jul 17, 2008 | Reply

    mas, ditunggu postingan barunya nih, dah lama ayo semangat mas. :bagi_donk:

  10. By yudika on Jul 17, 2008 | Reply

    iya ni mas hendra, lagi ‘mabok’ pajak :th_080_: trimakasih sudah bkunjung ya..

  11. By nova on Jul 17, 2008 | Reply

    halo Kang Yudi!! :smile:
    Blog nya meuni ekspresif pisan…
    Saya Alhamdulillah baikk.. sekarang di Bogor, kerja di perusahaan konsultasi fasilitasi dan training untuk fasilitator. Gembira ria lahh pokoknyaa!! :th_100_:
    Btw, nice writing.. kalo ngeliat teori perkembangan organisasi, ini mengarah pada system thinking.. kayaknya asik nih jadi bahan diskusi :th_084_:

  12. By yudika on Jul 19, 2008 | Reply

    wah…wah…, cocok dah kalo nova mah. thx dah berkunjung ya nov :th_032_:

Post a Comment

About Wirawiri

Selamat datang di wirawiri, terimakasih karena anda sudah meluangkan waktu untuk mampir di weblog personal saya. Silakan berkeliling, jangan lupa untuk komentar dan masukannya ya :)



Want to subscribe?

 Mau postingan terbaru dari wirawiri ?
Isikan email anda disini:  
Find entries :