6 Langkah Agar Tetap “Below the mean”
Life below your mean. Dalam bahasa indonesia terjemahan lepasnya kira-kira, hiduplah dibawah rata-rata. Maksud rata-rata disini adalah batas rata-rata kemampuan finansial anda. Pernyataan tersebut tidak menyarankan untuk hidup susah atau sengsara, tetapi menyarankan kita untuk hidup dibawah batas kemampuan finansial kita. Logis memang, jika seseorang hidup diluar batas kemampuan finansialnya, maka tinggal tunggu waktu saja untuk bangkrut.

Entah karena gengsi atau tidak mampu menahan nafsu, ada orang yang memaksakan diri hidup diluar batas kemampuannya. Membeli mobil baru, padahal income nya belum sanggup membayar cicilannya. membeli hp high end, padahal hanya dipakai untuk sms dan telfon aja. Punya banyak kartu kredit, padahal membayar cicilan utang satu kartu kredit saja sudah babak belur. Memang itu hak pribadi. Tapi bersiap-siap saja, kalau tiba saatnya bangkrut, sendiri pula yang merasakan akibanya.
Berikut beberapa tips sederhana agar tetap below the mean :
Berhemat
Hemat berbeda dengan pelit. Berhemat adalah meminimalisir pengeluaran yang kurang perlu. Anda bisa mendata sendiri apa saja dari daftar pengeluaran rutin anda yang bisa dihemat. Pengeluaran listrik misalnya bisa dihemat dengan cara selalu mematikan peralatan listrik yang sedang tidak dipakai. Pengeluaran bulanan untuk makan bisa dihemat dengan cara mengurangi frekwensi makan direstoran. Dan sebagainya.
Pangkas pengeluaran yang tidak penting
Buat daftar pengeluaran yang menurut anda sebenarnya bisa dihilangkan atau dikurangi. Anggaran utuk membeli rokok misalnya, hang out, traktir teman-teman, dan sebagainya. Kalau pengeluaran tersebut memang harus ada, rencanakan anggaranya diawal bulan. Berapa dana yang anda keluarkan untuk aktivitas tersebut dan pastikan anda tidak melebihi dari anggaran yang telah direncanakan sebelumnya.
Gunakan aturan perlu, bukan mau
Ini yang kadang agak sulit karena menyangkut standar pribadi. Selalu gunakan aturan perlu bukan mau. Maksudnya ketika anda akan mengeluarkan uang untuk suatu keperluan, tanyalah sebelumnya pada diri sendiri. Apakah pengeluaran tersebut memang perlu, atau jangan-jangan hanya nafsu saja.
Kreatif dalam mengelola keuangan
Beberapa pos sebenarnya pengeluaran sebenarnya masih bisa ditekan, tanpa menghilangkan fungsinya. Misalnya untuk tujuan rekreasi, bisa saja anda menganggarkannya setiap pekan tapi anda siasati agar pengeluarannya tidak membengkak. Misalnya dengan cara mencaari alternatif tekreasi keluarga yang murah-meriah. Piknik sekeluarga ke taman kota misalnya.
Evaluasi pengeluaran bulanan
Lakukanlan general chek up pada pengeluaran bulanan anda. Evaluasi pemasukan dan pengeluaran anda bulan kemarin. Kalau perlu cek setiap rupiah yang anda keluarkan. Adakah diantaranya yang masuk ke pos yang tidak penting ? jadikan hasil evaluasinya sebagai bahan pertimbangan pengeluaran bulan depan. Biasakan untuk membuat perencanaan keuangan setiap bulan. Perencanann di awal bulan akan membantu anda terhindar dari pengeluaran yang tidak terkontrol.
Naikan income
Seperti kata kiyosaki, kalau ingin menaikan standar hidup, naikanlah income anda. Jangan sekali-kali berhutang untuk menaikan standar hidup anda. Cari pehasilan tambahan yang dapat meningkakan income anda sekeluarga. Bisa dengan berinvestasi, ekspansi bisnis anda, berbisnis diluar jam kerja. Atau menambah jam lembur kerja. Terserah anda
